Jasa Deep Bor SPT

Fungsi Boring SPT

  1. Sama dengan hal pekerjaan sondir, spekasi boring SPT lebih baik dalam mengetahui profil tanah hingga kedalaman 30 mtr +
  2. Mengetahui kepadatan tanah atau kekuatan tanah berdasarkan SPT
  3. Kapasitas daya dukung izin pondasi berdasar SPT
  4. Syarat pengurusan IMB ( Izin mendirikan bangunan )

Penjelasan Boring SPT

Pemboran ini dilaksanakan dengan sistem Rotari Drilling. Tabung inti (Cor Barrel) yang digunakan adalah Single Core Barrel Æ 73 mm, panjang 1.50 mtr. Bit yang dipergunakan adalah Tungsten Carbide Bit untuk mengangkut serbuk bor (sirkulsai) selama pemboran. Didalam pekerjaan boring SPT ini dilaksanakan pekerjaan Standar Penetration Test (SPT) dan dilakukan juga pengambilan contoh tanah asli (Undisturbed Sample) maupun contoh tanah terganggu (Disturbed Sample) Pengambilan contoh tanah asli adalah untuk menjalani pemeriksaan uji Lab. mekanika tanah, untuk mendapatkan sifat-sifat fisik dan teknis dari tanah. Standar Penetration Test (SPT) dilaksanakan setiap interfal 2.00 mtr. Pengujian penetrasi standar ini dilaksanakan pada tanah dalam keadaan asli dengan mempergunakan Open Standar Split Barel Sampler. Hamer yang digunakan mempunyai berat 63.50 kg dengan tinggi jatuh 75 cm. Pengujian dilaksanakan dengan Automatic Drop Hammer Device sehingga hamer dapat jatuh bebas tanpa gesekan. Sampler dipukul hingga masuk (menembus) tanah sedalam 45 cm dimana jumlah pukulan sepanjang 15 cm pertama tidak diperhitungkan. Nilai SPT = N Adalah Sama dengan jumlah pukulan untuk penetrasi 30 cm berikutnya dan hasilnya disajikan dalam bentuk diagram bor (bor log)

Standar Penetration Test (SPT)

SPT dilakukan dengan menggunakan prosedur dan peralatan sesuai ASTM D1586-84, “Standard Method for Penetration Test and Split Barrel Sampling of Soils”. Besarnya tahanan tanah dalam test ini dinyatakan dengan nilai-N. Jumlah pukulan palu SPT pada ujung atas stang bor yang menyebabkan penurunan split spoon pada ujung bawah stang bor masuk ke dalam tanah sedalam 3×15 cm, dan dicatat. Jumlah pukulan 2×15 cm terakhir disebut nilai N. Hasil test dicatat dalam boring log

Pengambilan Sampel Tanah (UDS)

Pengambilan sampel tanah tidak-terganggu dilakukan dengan mengikuti prosedur ASTM D 1587-83 Standard Practice for Thin-Walled Tube Sampling of Soils”. Sampel tanah tidak-terganggu diambil dari kedalaman tertentu sesuai spesifikasi dengan menggunakan shelby tube sampler (tabung sampel berdinding tipis). Sampel tanah yang telah diambil dari lubang pengeboran disimpan dan dilindungi terhadap benturan, getaran dan perubahan kelembaban air, dengan tujuan untuk menjaga struktur tanah dan komposisi fisik sesuai dengan kondisi aslinya sampai dikeluarkan dari tabung untuk ditest di laboratorium tanah kami. Kedalaman pengambilan sampel dicatat dalam boring log

Uji sifat-sifat indeks tanah (Index Properties Test), meliputi :

  1. Berat Isi (Unit Weight) berdasarkan ASTM D 2937 – 83
  2. Kadar Air (Water/Moisture Content) berdasarkan ASTM D 2216 – 98
  3. Berat Jenis Tanah (Specific Gravity) berdasarkan ASTM D 854 – 98
  4. Atterberg Limit Test berdasarkan ASTM D 4318 – 98
  5. Grain Size Distribution Test/Penyebaran Partikel Butiran Tanah berdasarkan ASTM D 422

Uji Sifat-Sifat Mekanis Tanah (engineering Properties Test), meliputi :

  1. Triaxial Compression Test berdasarkan ASTM D 2850 – 87
  2. Consolidation Test berdasarkan berdasarkan ASTM D 2435 – 90

Harga Pengeboran Dalam (Depth Boring) – Undisturbed Sample – SPT

  • Mobilisasi alat wash bor dan akomodasi personil
  • Lap. akhir penyelidikan tanah deep bor SPT
  • Grafik & data hasil bor log
  • Uji Lab. Mekanika tanah UDS
  • Rekomendasi geoteknik pondasi dangkal & pondasi dalam

Harga satuan Rp. 9.000.000,- per titik

  • Harga sudah termasuk laporan hard copy dan soft copy
  • Harga untuk wilayah jabodetabek dan sekitarnya
  • Biaya mobilisasi akomodasi untuk diluar wilayah jabodetabek disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan ke lokasi dan durasi waktu lama pekerjaan di lapangan